RADARBANDUNG.id – Syekh Ali Jaber meninggal dunia pada usia 44 tahun di Rumah Sakit Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta pukul 08.30 WIB, Kamis (14/1).
Masyarakat masih bingung atas meninggalnya Syekh Ali apakah karena Covid-19 atau tidak, pasalnya sebelumnya ia dinyatakan positif virus tersebut.
Terkait hal ini, Direktur Medis Rumah Sakit Yarsi Andi Erlina menyampaikan bahwa Syekh Ali Jaber meninggal dengan status negatif Covid-19. Terhitung sejak masuk 14 hari di RS, ketika dilakukan swab test, hasilnya negatif.
“Beliau masuk 19 hari yang lalu, saya sudah izin kepada pihak keluarga kondisi klinis beliau dengan segala hormat. Ketika masuk terkonfirmasi Covid-19. Kami sudah lakukan swab pada pekan kedua dan hasilnya negatif,” terangnya di RS Yarsi, Jakarta.
Oleh karenanya, terkait penyelenggaraan pemakaman jenazah Syekh Ali Jaber, pihaknya menyerahkan kepada pihak keluarga. Namun, tentunya protokol kesehatan (prokes) tetap perlu diterapkan.
“Protokol kesehatan kita serahkan kepada pihak keluarga dengan kita antisipasi kemungkinan saat masa pandemi, mohon kita harus tetap jaga prokes,” ujarnya.
Baca Juga: Pesan Syekh Ali Jaber Ini Selalu Diingat Ridwan Kamil
Ia pun mengaku telah memberikan pelayanan yang baik kepada Syekh Ali Jaber, namun apa daya takdir berkata lain. Atas kepergian pria yang genap 45 tahun pada Februari mendatang itu, pihaknya menyampaikan belasungkawa mendalam.
“Kami civitas Yarsi menyampaikan duka mendalam. Kami turut berduka cita mendalam atas berpulangnya syekh ali jaber. Beliau panutan kami semua,” tambahnya.
“Semoga apa yang beliau ajarkan dapat menjadi teladan dan dapat kita laksanakan, karena beliau sudah memberikan contoh yang luar biasa bagaimana umat Islam itu disatukan oleh beliau. Semoga beliau insya Allah husnul khotimah dan syahid,” tandasnya.
(jpc)