Bandros Jadi Primadona Wisatawan Selama Libur Lebaran 2025, Jumlah Penumpang Melonjak Tajam


RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Bandung kembali menunjukkan pesonanya sebagai destinasi wisata favorit selama libur Lebaran 1446 Hijriah. Salah satu daya tarik utama yang banyak diminati wisatawan adalah layanan wisata keliling kota dengan Bandung Tour On Bus (Bandros).
Lonjakan jumlah penumpang yang signifikan membuktikan Bandros tetap menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin menikmati keindahan Kota Kembang dengan cara yang unik dan nyaman.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas sejak hari kedua setelah Lebaran. Kasubag UPTD Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Asep Surya mengungkapkan jumlah wisatawan yang menggunakan Bandros melonjak tajam pada H+1 dan H+2 Lebaran.
“Pada hari pertama Lebaran, jumlah penumpang masih sekitar 450 orang karena situasi belum terlalu ramai. Namun, begitu memasuki H+1 dan H+2, seluruh armada yang kami siapkan terisi penuh oleh wisatawan yang ingin menikmati pengalaman berkeliling Kota Bandung,” jelas Asep saat dikonfirmasi, Rabu (2/4/2025).
Asep menambahkan untuk antisipasi lonjakan wisatawan selama libur panjang ini, Dishub Kota Bandung mengoperasikan 10 unit Bandros yang didukung oleh dua unit cadangan. Setiap unit Bandros melakukan lima kali perjalanan per hari dengan kapasitas sekitar 100 penumpang per armada.
Dengan kalkulasi tersebut, pada puncak kunjungan di H+1 dan H+2, jumlah penumpang Bandros menembus angka 2.000 orang per hari.
“Jika tren ini terus berlanjut hingga akhir periode liburan yang diperkirakan berlangsung sampai 8 April, total jumlah penumpang bisa mencapai sekitar 8.000 orang,” tambah Asep.
Asep menjelaskan untuk memastikan pelayanan yang optimal, Dishub Kota Bandung telah menetapkan tiga lokasi utama sebagai titik keberangkatan Bandros, di Jalan Diponegoro (dekat Gedung Sate), Alun-Alun Bandung, dan kawasan Braga.
Jika terjadi lonjakan penumpang di salah satu lokasi, armada akan dialokasikan secara fleksibel untuk mengakomodasi kebutuhan wisatawan dan menjaga kenyamanan perjalanan.
“Kehadiran Bandros tidak hanya menjadi alat transportasi, tetapi juga bagian dari daya tarik wisata Kota Bandung, dengan rute yang melewati berbagai ikon kota, wisatawan dapat menikmati pengalaman unik yang tidak didapatkan dari moda transportasi lainnya,” jelas Asep.
Menurut Asep meski permintaan meningkat, harga tiket Bandros tetap berada pada tarif normal, Rp20.000 per penumpang. Tarif yang terjangkau menjadi faktor utama yang semakin menarik minat wisatawan, terutama mereka yang datang dari luar kota.
Selain itu Asep menyampaikan mayoritas penumpang Bandros selama libur Lebaran, wisatawan domestik yang ingin mengeksplorasi pesona Kota Bandung dengan cara berbeda.
“Mengimbau para wisatawan, baik dari dalam maupun luar kota, untuk memanfaatkan fasilitas ini dengan baik. Selain aksesnya yang mudah, Bandros juga menawarkan pengalaman berkeliling kota yang menarik dan berkesan,” ujar Asep.
Asep pun menjelaskan untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan, layanan Bandros di beberapa lokasi beroperasi hingga pukul 21.00 WIB, terutama di kawasan Braga yang terkenal dengan suasana malamnya yang khas. Sementara itu, di titik keberangkatan lainnya, operasional Bandros berlangsung hingga pukul 16.00 WIB.
Asep menambahkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap Bandros, layanan wisata keliling ini semakin membuktikan diri sebagai ikon pariwisata Kota Bandung yang tetap eksis dan dicintai wisatawan.
“Tidak sekadar alat transportasi, Bandros menghadirkan pengalaman tak terlupakan bagi siapa pun yang ingin menjelajahi pesona Kota Kembang dengan cara yang menyenangkan dan berkesan,” pungkasnya. (dsn)