Trimo, Kader JKN yang Membantu Masyarakat Melawan Stigma Diskriminasi


RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Program Jaminan Kesehatan Nasional (jkn) yang diselenggarakan oleh bpjs kesehatan bertujuan untuk memberikan perlindungan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Untuk mendukung implementasi dan kesinambungan program ini, bpjs kesehatan melibatkan Kader jkn yang berperan mengedukasi manfaat jkn dari lingkup yang terdekat dengan masyarakat.
Kader jkn bertugas membantu peserta mengetahui alur penggunaan layanan kesehatan serta menumbuhkan kesadaran membayar iuran secara rutin demi mendapatkan perlindungan saat sakit.
Salah satu Kader jkn yang aktif di Kota Bandung adalah Trimo (57). Pria yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan swasta ini telah menjadi Kader jkn sejak tahun 2017 setelah merasakan langsung manfaat jkn.
Awalnya, ia pun memiliki prasangka negatif mengenai layanan bpjs kesehatan yang sering diberitakan bahwa layanannya dibedakan dengan pasien umum.
Namun setelah merasakan sendiri layanan jkn saat mengalami saraf kejepit dimana harus berobat dan terapi rutin selama satu tahun di rumah sakit, ia menegaskan bahwa pelayanan yang diterimanya sebagai peserta jkn sangat baik, tanpa diskriminasi serta tidak perlu adanya biaya tambahan yang dikeluarkan.
Pengalaman tersebut memotivasi Trimo untuk menjadi Kader jkn guna meluruskan berbagai anggapan keliru tentang layanan bpjs kesehatan. Ia ingin memastikan masyarakat memahami manfaat jkn dan tidak ragu untuk memanfaatkannya.
“Banyak orang mengatakan bahwa berobat dengan bpjs kesehatan itu dipersulit dan dibedakan dengan pasien umum. Saya dapat pastikan itu tidak benar. Saya sendiri merasakan sebagai pasien bpjs kesehatan mendapatkan pelayanan yang sama baik itu interaksi dengan tenaga kesehatan yang ramah, tidak ada pembatasan hari rawat inap maupun obat yang diresepkan seperti pasien umum.” ungkapnya.
Sebagai Kader jkn, Trimo tidak hanya memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pembayaran iuran, tetapi juga berperan aktif dalam membantu warga binaannya yang mengalami kendala saat mengakses layanan kesehatan.
Ia secara sukarela bersedia mendampingi warga ke fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan rumah sakit untuk memastikan mereka mendapatkan haknya sebagai peserta jkn.
“Bila ada warga yang merasa tidak terlayani dengan baik, saya siap mendampingi mereka ke fasilitas kesehatan (faskes). Kadang ketidakpuasan peserta berasal dari kurangnya informasi alur berobat ataupun terkadang oknum di faskes yang memang membuat stigma negatif kepada bpjs kesehatan. Maka, saya ingin membantu dengan memastikan mereka benar-benar mendapatkan haknya sebagai peserta jkn,” kata Trimo dengan penuh semangat.
Trimo aktif membina warga di tiga kelurahan, yakni Gegerkalong, Sukarasa, dan Tamansari. Ia merasa bangga bisa membantu masyarakat, terutama mereka yang kurang mampu dan belum memahami pentingnya Program jkn.
Baginya, menjadi Kader jkn bukan hanya tugas, tetapi juga panggilan untuk membantu sesama.
Berkat dedikasi dan kesungguhannya, Trimo pernah dianugerahi penghargaan sebagai Kader jkn terbaik tingkat nasional pada tahun 2019 dan diundang ke Kantor Pusat bpjs kesehatan. Penghargaan ini membawanya tampil dalam siaran langsung di salah satu stasiun televisi nasional dan menjadi momen yang berkesan baginya.
Ia berharap apa yang disampaikannya melalui siaran tersebut dapat semakin memotivasi masyarakat untuk bergabung menjadi peserta jkn demi mendapat perlindungan kesehatan tanpa perlu terbebani biaya yang mahal.
“Saya sangat senang dengan kolaborasi antara bpjs kesehatan dan Kader jkn. Rasanya seperti berada di rumah sendiri karena sudah 8 tahun bersama. Harapan saya, ke depan bpjs kesehatan semakin meningkatkan pelayanan terutama di FKTP, karena FKTP adalah ujung tombak sebelum pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan selanjutnya. bpjs kesehatan mungkin dapat mengadakan briefing untuk tenaga kesehatan atau pelaksana administrasi di FKTP setiap tiga atau enam bulan sekali agar standar pelayanan tetap prima dan seragam di seluruh fasilitas kesehatan,” sarannya.
Dedikasi dan komitmen Trimo menunjukkan betapa pentingnya peran Kader jkn dalam menyukseskan Program jkn. Dengan adanya Kader jkn seperti Trimo, semakin banyak masyarakat yang mendapatkan edukasi dan pemahaman untuk akses layanan kesehatan yang lebih baik. (MI/rs)