News

Hard Wallet atau Exchange, Lebih Baik Pilih yang Mana?

Ali Yusuf
Ali Yusuf schedule -Ekonomi Bisnis
Hard Wallet atau Exchange, Lebih Baik Pilih yang Mana? Hard Wallet atau Exchange, Lebih Baik Pilih yang Mana?
Foto: Ilustrasi/ Istimewa

RADARBANDUNG.id- Dalam dunia crypto yang berkembang pesat, keamanan aset digital menjadi prioritas utama bagi investor dan pengguna.

Wallet crypto menjadi solusinya. Salah satu metode paling aman untuk menyimpan aset crypto adalah dengan menggunakan hard wallet.

Untuk membeli, menjual, dan menukar aset crypto, pengguna memerlukan platform yang disebut exchanger. Aplikasi exchanger menjadi solusi yang praktis dan efisien untuk melakukan transaksi ini kapan saja dan di mana saja.

Semua dompet crypto atau aplikasi Exchanger biasanya sudah dapat menampung berbagai macam coin, seperti misalnya ethereum (ETH). Sebagai informasi awal, ada baiknya kita mengetahui harga ETH hari ini.

Dikutip dari Pintu Market, harga Ethereum hari ini tanggal 8 Maret 2025 berada pada harga Rp 35.251.266, dengan volume perdagangan total sebesar Rp 594,65 triliun. Didalam 24 jam Ethereum mengalami penurunan sebanyak 0,53 persen, dengan kapitalisasi pasar Rp 7.444 triliun.

Pengertian Hard Wallet

Hard wallet, atau dikenal juga sebagai hardware wallet, adalah perangkat fisik yang dirancang khusus untuk menyimpan kunci privat (private key) pengguna dalam bentuk offline. Dengan menjaga kunci privat tetap terpisah dari perangkat yang terhubung ke internet, hard wallet mampu melindungi aset crypto dari ancaman peretasan, malware, atau pencurian digital lainnya.

Berbeda dengan dompet crypto berbasis software (hot wallet) yang selalu terhubung ke internet, hard wallet menawarkan solusi penyimpanan dingin (cold storage) yang jauh lebih aman. Perangkat ini biasanya berbentuk kecil, mirip USB drive, dan dilengkapi dengan teknologi enkripsi canggih.

Cara Kerja Hard Wallet

Hard wallet bekerja dengan menyimpan kunci privat pengguna secara aman di perangkat fisiknya. Berikut adalah langkah-langkah umum dalam penggunaan hard wallet:

  1. Inisialisasi dan Setup: Pengguna menghubungkan hard wallet ke komputer atau perangkat mobile melalui kabel USB atau koneksi lain yang disediakan. Proses inisialisasi meliputi pembuatan PIN dan pencatatan seed phrase, yaitu serangkaian kata acak yang digunakan untuk memulihkan dompet jika perangkat hilang atau rusak.
  2. Menyimpan Aset Crypto: Setelah setup selesai, pengguna dapat mengirim aset crypto ke alamat dompet yang dihasilkan oleh hard wallet.
  3. Melakukan Transaksi: Saat ingin mengirim crypto, pengguna harus mengkonfirmasi transaksi di perangkat fisik dengan memasukkan PIN dan memverifikasi detail transaksi. Dengan metode ini, kunci privat tetap tidak pernah terpapar ke perangkat yang terhubung internet.

Kelebihan Hard Wallet

Hard wallet menjadi pilihan utama bagi pengguna yang mengutamakan keamanan karena berbagai keunggulannya:

Keamanan Tinggi: Karena kunci privat disimpan offline, risiko terkena malware, phishing, atau hacking menjadi sangat minim.

Perlindungan dari Perangkat yang Terinfeksi: Walaupun komputer atau ponsel pengguna terinfeksi virus, hard wallet tetap aman karena kunci privat tidak pernah terpapar.

Pemulihan Mudah: Dengan seed phrase yang diberikan saat setup, pengguna dapat dengan mudah memulihkan aset crypto meskipun perangkat fisik hilang atau rusak.

Dukungan Multi-Asset: Sebagian besar hard wallet mendukung berbagai jenis mata uang crypto, memudahkan pengguna dalam mengelola portofolio.

Kekurangan Hard Wallet

Meskipun menawarkan banyak keunggulan, hard wallet juga memiliki beberapa keterbatasan:

Harga Relatif Mahal: Dibandingkan dengan hot wallet yang biasanya gratis, harga hard wallet bisa cukup tinggi.

Resiko Kehilangan Fisik: Karena berupa perangkat kecil, ada risiko perangkat hilang atau rusak. Oleh karena itu, menjaga seed phrase menjadi sangat penting.

Penggunaan Kurang Praktis: Untuk melakukan transaksi, pengguna harus selalu menghubungkan hard wallet ke perangkat lain.

Mengapa Hard Wallet Penting

Menggunakan hard wallet menjadi sangat penting terutama bagi pengguna dengan jumlah aset crypto yang signifikan. Keamanan ekstra yang ditawarkan oleh hard wallet memberikan ketenangan pikiran, mengurangi risiko kehilangan aset akibat serangan digital.

Dengan semakin meningkatnya insiden peretasan pada platform exchange dan wallet online, memiliki hard wallet menjadi langkah bijak dalam mengamankan investasi.

Pengertian Aplikasi Exchanger

Aplikasi exchanger adalah platform digital, biasanya berbasis aplikasi mobile atau web, yang memungkinkan pengguna untuk membeli, menjual, menukar, dan menyimpan berbagai jenis mata uang crypto.

Aplikasi ini berperan sebagai perantara antara pembeli dan penjual dengan menyediakan sistem yang mempermudah transaksi aset digital.

Exchanger menjadi elemen penting dalam ekosistem crypto karena menyediakan likuiditas dan akses ke berbagai aset digital. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat mengkonversi mata uang fiat (seperti rupiah atau dolar) ke mata uang crypto dan sebaliknya.

Jenis-Jenis Aplikasi Exchanger

  1. Exchanger Terpusat (Centralized Exchange/CEX)
  • Dikelola oleh perusahaan tertentu yang bertindak sebagai perantara dalam semua transaksi.
  • Kelebihan: Mudah digunakan, memiliki likuiditas tinggi, dan fitur lengkap.
  • Kekurangan: Rentan terhadap peretasan karena bergantung pada server terpusat.
  1. Exchanger Terdesentralisasi (Decentralized Exchange/DEX)
  • Beroperasi tanpa perantara dengan menggunakan teknologi smart contract di blockchain.
  • Kelebihan: Lebih aman karena pengguna mengontrol sendiri kunci privat mereka.
  • Kekurangan: Likuiditas lebih rendah dan antarmuka kurang ramah pengguna.
  1. Exchanger Hibrida (Hybrid Exchange)
  • Menggabungkan kelebihan CEX dan DEX, menawarkan keamanan tinggi dengan kemudahan penggunaan.
  • Masih dalam tahap pengembangan dan belum terlalu umum.

Cara Kerja Aplikasi Exchanger

Aplikasi exchanger memfasilitasi transaksi antara pembeli dan penjual dengan mekanisme berikut:

  1. Registrasi dan Verifikasi: Pengguna membuat akun dan melakukan verifikasi identitas sesuai kebijakan KYC (Know Your Customer).
  2. Deposit Dana: Pengguna menyetorkan mata uang fiat atau crypto ke dalam akun exchanger.
  3. Transaksi: Pengguna dapat membeli, menjual, atau menukar aset crypto sesuai harga pasar atau melalui pesanan limit.
  4. Penyimpanan Aset: Sebagian aplikasi menyediakan dompet digital (hot wallet) untuk menyimpan aset, meskipun pengguna disarankan menggunakan cold wallet untuk keamanan lebih.
  5. Penarikan Dana: Pengguna dapat menarik dana dalam bentuk fiat atau crypto ke rekening bank atau dompet pribadi.

Kelebihan Aplikasi Exchanger

  • Kemudahan Akses: Transaksi dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja melalui perangkat mobile atau komputer.
  • Likuiditas Tinggi: Exchanger besar menawarkan volume perdagangan tinggi, memastikan transaksi cepat dengan harga pasar yang stabil.
  • Fitur Lengkap: Tersedia berbagai fitur seperti analisis pasar, trading margin, staking, dan fitur keamanan berlapis.
  • Dukungan Multi-Asset: Mendukung perdagangan berbagai jenis mata uang crypto dalam satu platform.

Kekurangan Aplikasi Exchanger

  • Risiko Peretasan: Exchanger terpusat menyimpan dana pengguna di server mereka, yang menjadi target empuk bagi peretas.
  • Biaya Transaksi: Setiap transaksi dikenakan biaya, yang bervariasi tergantung platform dan jenis transaksi.
  • Ketergantungan pada Pihak Ketiga: Pengguna harus mempercayakan dana mereka kepada pengelola platform.
  • Kebijakan KYC: Proses verifikasi identitas dapat dianggap mengurangi privasi pengguna.

Tips Memilih Aplikasi Exchanger yang Tepat

  • Keamanan: Pastikan aplikasi memiliki fitur keamanan seperti otentikasi dua faktor (2FA), enkripsi data, dan penyimpanan cold wallet.
  • Reputasi: Pilih aplikasi yang memiliki ulasan positif dan rekam jejak baik di komunitas crypto.
  • Biaya: Bandingkan biaya transaksi, deposit, dan penarikan di berbagai platform.
  • Dukungan Aset: Pastikan aplikasi mendukung aset crypto yang ingin Anda perdagangkan.
  • Kemudahan Penggunaan: Antarmuka yang ramah pengguna mempermudah navigasi dan transaksi.

Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.

Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor. ***


Terkait Ekonomi Bisnis
Konsisten Terapkan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan, BRI Raih 2 Penghargaan Internasional dari The Asset Triple A Konsisten Terapkan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan, BRI Raih 2 Penghargaan Internasional dari The Asset Triple A
Ekonomi Bisnis

RADARBANDUNG.id- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali mencatatkan prestasi gemilang di kancah internasional dengan meraih penghargaan bergengsi dalam The Asset Triple A Awards for Sustainable Finance 2025 yang digelar di Hong Kong, Rabu (19/03). Penghargaan ini menegaskan komitmen BRI dalam mendorong keuangan berkelanjutan serta memperkuat peran Indonesia dalam agenda keberlanjutan di sektor keuangan regional. […]

Kereta Pariaman Ekspres, Transportasi Favorit Wisatawan Menuju Pantai di Sumbar Kereta Pariaman Ekspres, Transportasi Favorit Wisatawan Menuju Pantai di Sumbar
Ekonomi Bisnis

RADARBANDUNG.id, PADANG – Kereta Pariaman Ekspres kembali mencatatkan diri sebagai moda transportasi favorit bagi masyarakat Sumatera Barat, khususnya bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan pantai di Pariaman. Dengan tarif yang terjangkau serta kenyamanan perjalanan, Kereta ini menjadi pilihan utama bagi pelancong lokal maupun luar daerah. Kepala Humas PT KAI Divre II Sumbar, M Reza Fahlepi, […]

Waspada Modus Penipuan saat Lebaran! BRI Bagikan Tips Terhindar dari Penipuan dan Kejahatan Siber Waspada Modus Penipuan saat Lebaran! BRI Bagikan Tips Terhindar dari Penipuan dan Kejahatan Siber
Ekonomi Bisnis

RADARBANDUNG.id, JAKARTA– PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengimbau nasabah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penipuan dan kejahatan siber pada periode libur Hari Raya Idulfitri 1446 H. Momentum peningkatan aktivitas transaksi keuangan, khususnya melalui layanan digital kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk melakukan aksi penipuan. BRI terus mengimbau nasabah untuk menjaga kerahasiaan […]

KAI Divre II Sumbar Catat Angka Tertinggi Penjualan Tiket Angkutan Lebaran 1 April 2025 KAI Divre II Sumbar Catat Angka Tertinggi Penjualan Tiket Angkutan Lebaran 1 April 2025
Ekonomi Bisnis

RADARBANDUNG.id, PADANG — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre II Sumbar melaporkan bahwa angka tertinggi penjualan tiket selama periode Angkutan Lebaran 1446 H terjadi pada Selasa, 1 April 2025 dibandingkan hari-hari sebelumnya selama masa Angkutan Lebaran tahun 2025 yakni 21 Maret 2025 s.d 11 April 1025. Pada tanggal tersebut update sampai dengan pukul 12.00 WIB, […]

Lebaran Makin Praktis, Transaksi QRIS Lebih Nyaman Pakai Super Apps BRImo Lebaran Makin Praktis, Transaksi QRIS Lebih Nyaman Pakai Super Apps BRImo
Ekonomi Bisnis

RADARBANDUNG.id, JAKARTA- Di era digital yang serba cepat, kemudahan transaksi menjadi kebutuhan utama masyarakat. Menjawab tantangan tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) terus mengoptimalkan layanan QRIS di super apps BRImo untuk memberikan pengalaman transaksi yang lebih praktis, cepat, dan aman. Sebagaimana diketahui, BRI sendiri menghadirkan tiga jenis layanan QRIS di super apps BRImo. Pertama, […]

location_on Mendapatkan lokasi...
RadarBandung Jelajahi fitur berita terbaru dengan AI
👋 Cobalah demo eksperimental yang menampilkan fitur AI terkini dari Radar Bandung.