Kasus Dugaan Pengoplosan Pertalite menjadi Pertamax Masyarakat Bisa Ajukan Class Action

Kasus Dugaan Pengoplosan Pertalite menjadi Pertamax Masyarakat Bisa Ajukan Class Action
Ilustrasi. Para pengendara sepeda motor antre mengisi Bahan Bakar Minyak di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Mesin (SPBU), Jalan Riau, Kota Bandung, Jumat (1/9). Kasus Dugaan Pengoplosan Pertalite menjadi Pertamax Masyarakat Bisa Ajukan Class Action. Foto : TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG

RADARBANDUNG.ID, JAKARTA – Dugaan pengoplosan pertalite menjadi pertamax sangat merugikan masyarakat.

Karena itu, atas kasus Dugaan pengoplosan pertalite menjadi pertamax maka masyarakat bisa mengajukan class action.

Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Agus Sujatno menuturkan, class action bisa diajukan jika terbukti ada penurunan kualitas pertamax yang merugikan konsumen.

Baca Juga :Pertamina Bantah Oplos Pertamax, yang Ada Hanya Proses Blending dengan Zat Aditif untuk Tambah Kualitas, Shell dan AKR Juga Lakukan Blending, Klaim Wajar dalam Industri BBM

Bahkan, konsumen juga bisa menuntut ganti rugi.

Meski demikian, perlu dilakukan uji laboratorium lebih dulu untuk memastikan penurunan kualitas pertamax.

”Uji laboratorium ini sayangnya berbiaya mahal dan butuh waktu,” paparnya.

Baca Juga : Kasus Dugaan Oplos Pertalite Jadi Pertamax Dirut Pertamina Jadi Tersangka

Kendati belum ada publikasi resmi tentang hasil uji laboratorium, kejadian itu sangat berpotensi mendegradasi kepercayaan publik pada kualitas bahan bakar yang diproduksi Pertamina.

”Menyikapi dugaan pengoplosan produk pertalite dengan pertamax, YLKI memberikan catatan untuk Kementerian ESDM,” paparnya.

Catatan pertama, mendesak Dirjen Migas ESDM mengumumkan hasil inspeksi atau pemeriksaan reguler terkait kualitas BBM produk Pertamina.

Baca Juga : Kanky Buka Store Pertama di Bandung: Sepatu Lokal, Stylish, Ringan dan Nyaman Dipakai

”Ini penting agar konsumen mendapatkan informasi yang menyeluruh, akurat, dan konkret,” tegasnya.

YLKI juga mendesak Dirjen Migas melakukan pemeriksaan ulang kualitas BBM Pertamina yang beredar di pasaran.

Hal itu diperlukan untuk memastikan ada tidaknya penyimpangan dari standar kualitas yang telah ditetapkan pemerintah.

Sesuai spek atau tidak?

”Apakah masih sesuai spek atau ada masalah dengan produknya,” terangnya. (idr/omy/c19/oni/jawa pos)

 



Iklan RB Display B

Berita Terbaru

Iklan RB Display C




Berita Terkait Nasional


Iklan RB Display D