RADARBANDUNG.ID, SUBANG-Pj. Bupati Subang Imran melantik dan mengambil sumpah jabatan 197 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Subang di Aula Pemda Subang, Jumat (27/12/2024).

Pelantikan diawali dengan pengucapan sumpah jabatan, dipimpin langsung oleh Pj. Bupati Subang Imran dan diikuti oleh seluruh peserta.
Usai pengucapan sumpah jabatan, dipimpin langsung oleh Pj. Bupati Subang Imran, dilanjutkan penandatanganan dokumen secara simbolis yang diwakili oleh H. Dastim, dan Nurbayanti.
Baca Juga : Ops Nataru, Kapolres Subang Hadiri Kunjungan Kerja Menko PMK dan Kapolri
Penandatanganan tersebut disahkan oleh Pj. Bupati Subang dan turut disaksikan oleh Asisten Daerah (Asda) III serta Kepala BKPSDM.
Dalam arahannya Pj. Bupati menyoroti tantangan besar yang dihadapi Aparatur Sipil Negara (ASN) di era disrupsi teknologi.
“Tantangan yang kita hadapi semakin berat. Kompetensi Bapak dan Ibu sangat diperlukan,” tegasnya.
Baca Juga : Optimalkan Pelayanan, Empat Puskesmas di Subang Terima Mobil Ambulans, Ini Rinciannya
Ia mendorong ASN untuk terus meningkatkan kualitas kompetensi guna mengimbangi perkembangan teknologi yang pesat.
“Saya minta Bapak dan Ibu untuk terus meningkatkan kapasitas, kapabilitas, saat melaksanakan tugas di lingkungan kerja masing masing,” pesan Imran.
Ia juga memberikan perhatian khusus kepada para guru dan mengimbau agar mereka terus berusaha meningkatkan kompetensi demi menjaga kepercayaan murid di tengah kemajuan teknologi seperti Enterprise Architecture atau Electronic Arts.
Baca Juga : Pantau Harga Bahan Pokok, Asda Blusukan ke Pasar Baru Terminal Subang
“Jika Bapak dan Ibu tidak meningkatkan kapasitas, konflik antara guru dan murid bisa semakin sering terjadi,” katanya.
Lebih lanjut, Pj. Bupati mengajak seluruh ASN untuk membuka diri terhadap teknologi demi menunjang profesionalisme kerja.
“Sudah saatnya kita belajar dan mengikuti perkembangan teknologi untuk mendukung kinerja kita,” tambahnya.
Komitmen terhadap kesejahteraan guru
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah terhadap kesejahteraan guru.
“Tidak ada lagi alasan untuk model guru Umar Bakri dengan sepeda kumbang. Guru harus memiliki fasilitas yang memadai,” katanya.
Jabatan fungsional dan struktural memiliki nilai yang sama mulianya serta tanggung jawab yang besar, yang harus dijalankan tanpa intervensi politik.
Birokrasi tidak boleh dipolitisasi
“Birokrasi tidak boleh dipolitisasi. Jika birokrasi terganggu politik, maka tidak akan stabil, nyaman, dan tidak akan memberi dampak positif bagi masyarakat, ” pungkas Imran.
Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, para Asda di lingkup Setda Subang, kepala OPD, serta tamu undangan lainnya. (Anr)